rani's posts with tag: foto
Diajak nulis bareng?! wah, mau banget... apalagi orang yang ngajak nulis bareng itu udah punya pengalaman nulis banyak. Ide dasarnya dari bliau, dan kita coba bikin konsepnya bareng2. Seneng deh, soalnya bliau, orangnya cerdas dan banyak ide... aku bener2 takjub sama2 ide2nya... Rencananya kita mu nulis novel anak, ceritanya petualangan gitu... Prosesnya baru awal banget, baru konsep, tapi mudah2an dengan nulis bareng ini bisa nambah ilmu dan pengetahuanku. Mudah2an juga nanti hasilnya keren dan disukai pembaca... Amin Siapa yang mau ngajakin nulis bareng lagi? Yuuuu....
 | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | Rani Yuliantu (penyusun/penulis ulang) |
Aku kasih bintang empat, soalnya ini bukuku, hehehe... narcis... Beneran lho, aku bangga bisa menuliskan ulang cerita di dalam Al Qur'an soalnya butuh kerja keras banget, bolak balikin Qur'an terjemahan. Waktu proses menulis ulang cerita dalam Qur'an ini aku sempet pengen hapidz Qur'an tapi itu cuma khayalan... soalnya susah banget ngehapalin Al Qur'an. Btw... lebih seneng lagi waktu liat buku ini nangkring di toko buku dan katanya cukup laku keras... soalnya ini buku pertama yang menyusun cerita dalam Al Qur'an plus gambar yang menarik. Walaupun buku ini masih banyak kekurangan dari segi teks dan gambar (soalnya denger-denger banyak kritikan juga) aku tetep bangga. Tapi, ada yang bikin sedih juga, lho, yaitu penghargaan terhadap aku sebagai orang yang nulis. Soalnya penghargaannya kecil banget, maklumlah proyek nulis The Best Story Qur'an ini via agent dan sebagai penulis ulang yang masih bloon, aku iya iya aja dihargain kecil, gitu... Pas temen2ku tahu kalau aku dihargain kecil buat nulis ulang cerita itu, mereka semua pada kaget dan syok, "Rani, kok mau-maunya, sih!" Hehehe... aku hanya senyum-senyum ga jelas, abisnya aku emang kadang suka naif, sih. Btw... semuanya aku jadiin pelajaran kok, mungkin penghargaan itu ga selalu bernilai uang kalie... ya... mungkin ada banyak nilai lebih yang aku dapat walaupun aku nggak tahu... I hope... Sekarang aku lagi proses nulis cerita Al Qur'an lagi tapi dengan gaya dan versu penceritaan yang berbeda, pokoknya lebih humanis dan mudah dimengerti anak-anak deh, aku jamin (promosi, bo!) buat penerbit yang lain sih, mudah-mudahan kali ini penghargaannya seimbang dengan semua hasil kerja keras itu ya... Tapi, aku ngucapin makasih kok sama semua pihak yang udah ngasih kesempatan aku buat nulis cerita Al Qur'an, soalnya dari cerita-cerita Al Qur'an aku banyak belajar lagi, pokoknya jadi banyak inget mati deh hehehe...

| Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | Katherine Paterson |
Bridge to Terabithia merupakan cerita klasik dari penulis yang sudah sering memenangkan penghargaan ini. Katherine Paterson berhasil meramu cerita sederhana yang sangat menyentuh. Persahabatan unik antara Jesse dan Leslie. Jesse, satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya selalu menjadi anak yang minoritas. Dia tidak pernah bisa mengungkapkan apa yang dia inginkan dan apa yang dia harapkan. Dia merasa, dia hanyalah seorang anak yang sangat menyukai menggambar. Pada liburan musim panas dia berlatih lari untuk menunjukkan bahwa dia memiliki merupakan anak tercepat dari kelas lima. Tapi ternyata, dia dan anak laki-laki lainnya bisa dikalahkan oleh Leslie Burke. Seorang anak baru yang tinggal di dekat rumahnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Lesli ternyata anak perempuan. Dengan cara yang unik akhirnya terciptalah hubungan persahabatan antara Jesse dan Leslie. Walaupun banyak teman sekelas mereka yang mengejek persahabatan tersebut namun Jesse merasa bahagia bisa bersahabat dengan Leslie. Reaksi dari orang tuanya pun tidak begitu menyenangkan ketika tahu Jesse bersahabat dengan Leslie. Kakak-kakak perempuannya kerap mengejeknya. Leslie dan Jesse menciptakan sebuah dunia yang hanya diketahui oleh mereka berdua. Jesse dan Leslie menciptakan sebuah negeri yang diberi nama Terabithia. Jesse dan Leslie pun memerintah negeri tersebut. Hanya mereka berdua yang tahu tentang rahasia tersebut. Terabithia merupakan negeri impian Jesse, negeri di mana dia bisa mengungkapkan apa yang dia inginkan dan cita-citakan. Namun, kisah ini berakhir tragis ketika Leslie harus pergi meningalkan Jesse. Kisah klasik yang sangat menyentuh. Jadi penasaran pengen nonton filmnya.
|  | Alhamdulillah... buku baruku sudah terbit. Ada empat judul lho. Semuanya termasuk dalam seri Ini Ceritaku. Bentuk ceritanya fabel untuk anak-anak. Ilustrasinya bagus banget lho. Btw keempat buku ini diterbitkan oleh penerbit Syaamil. Oiya, ada pesan dari Mbak Nenonya juga. Asyik... |
 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | Qaisra shahraz |
Hidup bagaikan boneka cantik. Itulah hidup yang dirasakan Zarri Bano. Seorang perempuan cantik dan terpelajar. Kismet atau ramalan masa depan yang harus dijalaninya sungguh buruk. Dia merupakan perempuan yang sangat istimewa dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Terlahir dari keluarga zemindar atau tuan tanah yang sangat kaya. Pemilik tanah yang sangat luas. Cucu pertama dari seorang laki-laki yang sangat berpengaruh di desanya. Zarri Bano dikaruniai wajah yang sangat cantik dan otak yang cerdas. Keluarganya pun mendukungnya dalam hal pendidikan. Sehingga kepribadian yang terbentuk pada dirinya adalah ciri perempuan masa kini yang mampu mengatakan apa yang dia inginkan atau apa yang tidak dia inginkan. Ayah dan ibunya pun tidak mempermasalahkan tabiatnya yang agak sedikit angkuh karena mereka bangga pada putrinya yang cantik dan cerdas tersebut. Zarri Bano bermimpi suatu saat dia dapat mendirikan sebuah perusahaan penerbitan di kota. Dengan bekal yang dia miliki, dia yakin bisa memenuhi impiannya. Hanya satu yang masih kurang dalam hidupnya. Yaitu, seorang pendamping yang dapat mendampinginya dalam mencapai semua keinginan dan mimpi-mimpinya. Telah banyak pemuda yang datang untuk melamarnya. Namun, tidak ada satu pun pemuda yang dia terima lamaran. Berbagai alasan dia kemukakan. Walaupun alasan yang pasti adalah tidak ada satu pun pemuda yang dapat menjerat hatinya. Hingga suatu ketika datanglah Sikander, seorang pemuda dari kota Karachi. Jafar, adik Zarri Bano yang menginginkan kakaknya menikah dengan Sikander. Jafar mengusahakan Sikander datag ke rumahnya untuk diperkenalkan dengan kakaknya dan keluarganya. Tanpa sengaja, Zarri Bano telah terlebih dahulu bertemu dengan Sikander di sebuah mela atau perayaan. Hati Zarri Bano langsung terjerat. Dia harus mengakui, kali ini hatinya telah jatuh cinta. Dan dia ingin menikah dengan Sikander. Saat hatinya sedang berbunga-bunga, nasib buruk sedang mengintainya. Adiknya Jafar tiba-tiba meninggal karena terjatuh dari kuda. Kesedihan menimpanya begitu pula nasib buruk menantinya. Ayahnya memutuskan Zarri Bano sebagai ahli waris keluarganya. Syaratnya Zarri Bano harus menjadi seorang perempuan suci atau Shahzadi Ibadat. Zarri Bano harus menikahi keyakinannya sendiri. Dia tidak boleh menikah dengan siapa pun. Haknya sebagai perempuan untuk menikah, melahirkan, dan membina sebuah keluarga telah dicabut dari tangannya. Ayahnya telah berhasil membuat Zarri Bano mau mengikuti keinginannya. Zarri Bano yang keras hati tidak mau menolak keinginan ayahnya. Dia bertekad untuk menjalani kehidupan sebagai shahzadi ibaddat dengan total. Walaupun harga yang harus dia bayar sangat tinggi. Dia harus rela melepaskan Sikander. Zarri Bano merasa hidupnya berada di tangan para lelaki keluarganya. Hidupnya di tangan kakeknya, ayahnya, bahkan Jafar yang sudah meninggal. Zarri Bano merasa kebebasan untuk menentukan keinginannya sendiri telah tercabut dari hidupnya. Semua kebebasan yang pernah dia rasakan hanya semu dan sementara karena sesungguhnya hidupnya tetap berada di tangan para lelaki. Hati Sikander hancur ketika mengetahui Zarri Bano tidak bisa dimilikinya. Kismet yang dia jalani pun membawanya pada penderitaan Zarri Bano semakin dalam. Sikander menikahi Ruby, adik Zarri. Hal itu telah membunuh jiwa Zarri Bano. “…Di hari kau menikah, aku bersumpah pada diriku sendiri bahwa Zarri Bano tidak akan pernah mati ataupun menangis lagi untuk laki-laki manapun. Di saat itulah aku menjadi seorang Perempuan Suci yang sesungguhnya…..” Zarri menjalani hidup sebagai Perempuan Suci dengan menggunakan burqa, jilbab panjang menutupi seluruh tubuh. Padahal, sebelumnya dia tidak pernah rapi menggunakan dupatta, penutup kepala. Dupatta-nya selalu dia biarkan jatuh ke bahunya dan tidak menutupi kepalanya. Tapi sekarang hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat. Dia harus menutupi seluruh tubuhnya dengan burqa. Kegiatannya seputar kegiatan agama. Burqa merupakan identitas baru bagi Zarri Bano. Identitas yang membentuk karakter dan kepribadian barunya. Awalnya dia merasa jijik ketika dipaksa memakai burqa. Kulit baru yang harus dia kenakan. Namun, akhirnya dia tidak bisa melepas burqa. Burqa bagaikan kulit baginya. Itulah kisah yang dihadirkan oleh Qaisra Shahraz. Kisah dimulai dengan pertemuan Zarri Bano dengan Sikander secara tidak sengaja di sebuah mela. Sikander dan Zarri Bano langsung jatuh cinta satu sama lain. Mereka merasa kalau mereka telah menemukan buah hati mereka masing-masing. Dibungkus dengan latar belakang negeri Pakistan yang eksotis dengan kebudayaannya yang menarik membuat pembaca ingin lebih jauh membaca novel ini. Kebudayaan patrialki yang sangat lekat di negeri ini membuat perempuan posisinya berada jauh dibawah seorang laki-laki. Walaupun dia seorang chaudharani atau istri tuan tanah yang sangat berkuasa. Namun hak-haknya tetap berada di bawah seorang laki-laki. Shahzada, ibu Zarri Bano pernah meratapi posisinya sebagai chaudharani karena walaupun dia seorang perempuan yang berkuasa tapi dia tidak dapat menyelamatkan putrinya dari nasib buruk. “Fatima, andai saja aku ini istri tukang ikan. Dengan begitu, aku dapat melindungi kepentingan putriku. Di sini aku seorang chaudharani, tetapi aku bahkan tidak memiliki cukup kekuatan dalam jemariku untuk melindungi putriku dari nasib buruk yang menunggunya.” Konflik batin yang menimpa Shahzada memengaruhi kehidupan rumah tangganya. Dia tetap menjadi seorang istri yang patuh tetapi dia tidak pernah memaafkan suaminya yang telah menjadikan Zarri Bano seorang Perempuan Suci. Cerita tidak hanya berkisar pada ketidakberdayaan Zarri Bano menghadapi nasib yang harus dipikulnya. Tetapi juga pada kepasrahan Zarri Bano dalam menerima nasib tersebut sehingga Zarri Bano pun berubah menjadi manusia yang berbeda. Manusia yang orangtuanya inginkan. Walaupun jauh di dalam lubuk hatinya, tetap dia menginginkan Sikander. Walaupun kini dia merasa takut pada Sikander karena hanyalah Sikander yang dapat menumbuhkan Zarri Bano yang sudah dikuburnya. Konflik seorang ibu tidak hanya dialami oleh Shahzada tetapi oleh Kaniz, seorang chaudharani yang memiliki seorang putra. Kaniz sangat menyayangi putranya dan dia tidak mau putranya menikahi Firdaus, putri Fatima. Perempuan yang dia jadikan musuh tepat pada hari pernikahannya. Namun Khawar mencintai Firdaus dan ingin Firdaus menjadi istrinya. Firdaus telah dididik oleh Fatima untuk menjadi seorang perempuan terpelajar. Fatima ingin derajat anak perempuannya naik dengan pendidikan. Namun, pendidikan pula yang telah membuat Firdaus menjadi seorang wanita muda yang keras hati. Firdaus merasa marah karena sikap Kaniz. Hal itu membuatnya bersumpah untuk tidak menikah dengan Khawar. …. Chaudharani itu, ibunda Khawar, telah melamar putrinya, tetapi Firdaus, si nona angkuh itu, masih berharap mendengar sendiri lamaran itu dari bibir si pemuda. Dan lihatlah apa yang diilakukan putrinya! Mengusir seorang chaudharani! Fatima gemetar… Kaum perempuan kini lebih mandiri dan sombong. Mereka ingin membentuk takdir mereka sendiri. Para orangtua kini harus tunduk pada anak-anak mereka dan karena itu menjadi tawanan bagi tingkah dan kesenangan anak-anak mereka. Penulis ingin sekali menggambarkan peralihan jalan pemikiran anak muda sekarang. Bagaimana zaman telah berubah? Bagaimana semua yang dianggap tabu sudah tidak berlaku lagi pada zaman sekarang. Itulah cermin pemikiran pemuda sekarang. Banyak hal menarik yang bisa diambil ketika membaca buku ini. Perempuan Suci sebuah buku yang dapat menghanyutkan pembaca dalam kisah pelik antara tradisi dengan keinginan hati. Terasa perih ketika menyelami hati Zarri Banno. Ikut merasakan kepedihan dan penderitaannya. Tapi, Zarri Bano seorang perempuan tangguh. Dia tidak membiarkan air mata menguasai hidupnya. Dia berdamai dengan dirinya, sehingga pembaca pun ikut berdamai dengan cerita ini. Itulah Zarri Bano sang Shahzadi Ibadat.

|  | duh kerennya foto bertiga. cheerss...! |
| |