Pondok Kecil Rani

rani's posts with tag: femmeline

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag femmeline
ReviewReviewReviewReviewA Millionair's first LoveSep 3, '07 10:34 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romance
Ditinggal suami ke luar kota? Ngapain ya? Yup, kebetulan aku dipinjemi DVD, film korea. Katanya sih rame. Nyoba nonton, ah. Sebenarnay sih, nggak asyik juga nonton sendirian. Tapi daripada bengong yo wess nontonlah.

Whuaaaa…. Kok jadi sesenggukkan nangis, sih. Hehehe… dasar lagi melow, maklum lagi ditinggal sendirian, jadi bebas nangis. Heuheuehu….

Sebenarnya ceritanya biasa aja, tentang seorang pemuda yang dikasih warisan banyak banget sama kakeknya. Trus si pemuda itu hobinya ngehamburu-hamburin uang dan ugal-ugalan. Pas usianya 18 tahun, dia sangkain bakalan dapet hak warisnya. Eh, ternyata ada syaratnya. Syaratnya itu dia harus beresin sekolah di Boram high school' Gangwondo. Ceritanya sekolah itu ada di kota kecil. Awalnya dia nolak, tapi karena diancam ga bakalan dapet warisan, akhirnya si cowok yang namanya Kang Jae-Kyung itu mau juga.

Oiya, sebelumnya pas lagi di Soul, Jae-Kyung didatengin seorang cewek, namanya Eun- Whan. Jae-Kyung ngerasa keganggu dengan kedatangan Eun-Whan.

Nah, pas si Jae-Kyung nyampe Gangwondo, dia ketemu lagi sama Eun-Whan. Awalnya, Jae-Kyung bete banget ketemu terus sama Eun-whan yang suka ngritik dia. Tapi, lama-lama Jae-Kyung suka sama Eun-Whan. Terutama pas tahu ternyata Eun-Whan itu sakit parah.

Untuk lulus dari Boram high School, semua murid sekolah itu harus ikut dalam pertunjukkan drama. Pertunjukkan itu untuk membantu panti asuhan di kota tersebut. Kebetulan Eun whan merupakan anak dari panti asuhan tersebut. Panti asuhan itu tempatnya di tanah milik kakek Jae-Kyung. Awalnya, Jae-Kyung nggak mau ikutan. Tapi, pas dia liat salah satu adegan, dia ingat aklau dialog dalam adegan itu pernah dia ucapkan dulu aps waktu dia masih kecil (sebelum kecelakaan mobil yang membuat orang tuanya meninggal) Jae-Kyung pun ingat kalau dia pernah berjanji pada Eun-Whan kalau dia akan kembali setelah 10 malam. Jae-Kyung sadar bahwa ternyata dia dan Eun-Whan sudah kenal lama.

Adegan yang bikin bercucuran air mata, pas Eun-Whan nemuin ibunya di Seoul. Ibunya dulu ngebuang Eun-Whan pas di masih bayi. Ibunya nyangka Eun-Whan datang buat minta pertanggungjawaban anaknya yang bandel. Padahal, Eun-Whan datang buat nemuin ibunya.

Satu lagi yang bikin sedih pas beers pertunjukkan, Eun-Wan bilang mau tidur untuk 3 menit. Ternyata, dia tidur untuk selamanya….

Film ini bikin bercucuran air mata mungkin karena akunya lagi melow kali, ya. Btw, aku lumayan terhibur kok sama film ini. Film-film korea lumayan jadi pavoritku di waktu senggang.
Oiya, film ini diperankan oleh Hyun Bin sama Lee Yeon Hee. Yang aku perhatiin, baju-bayu-nya si Jae-Kyung keren-keren. Maklum ceritanya dia seorang milyuner, hehehe :)


Blog EntryMengejar si QJul 26, '07 2:59 AM
for everyone
Hehehee... ternyata heboh dan penuh perjuangan juga ya... ngejar si Q, yakin deh, kalo sulit dikejar berarti memang istimewa...

Ceritanya aku pesen si Q ke penulisnya yang baik hati
pembayarannya transfer via bank. Dengan langkah gagah, jam istirahat aku ngebut ke Bank yang dituju, setelah nanya-nanya dulu posisi Bank-nya... (soalnya aku suka ga ngeh sama tempat musti diterangin panjang lebar sampe aku punya gambaran di mana letaknya, baru deh yakin)
Setelah yakin aku pun menuju Bank. Disambut sama tukang parkir Bank, satpam Bank, pengunjung Bank, dan teller Bank. Setelah antre beberapa menit, akhirnya giliranku maju ke depan sang teller yang tersenyum manis. Setelah liat slip-nya, si teller bilang dengan suaranya yang halus, "Mbak, kayaknya nomornya kurang satu angka deh,"
Wah, gimana nih? Berarti harus balik lagi ke kantor nanya ke empunya rekening. Akhirnya aku pun sukses balik lagi. Nanyain lagi nomor reekningnya. Emang aku yang nulisnya kurang satu nomer. Hiks... dasar ceroboh...

Tapi, tekadku udah bulat nih, harus hari ini transfer. Setelah dapet nomor rekening lengkap, aku pun balik lagi ke bank. Tapi kali ini disambut dengan senyum heran dari tukang parkir, satpam, sama teller. Si teller senyum-senyum liat aku antre lagi. Tapi, aku pura-pura cuek aja. Abisnya mu gimana lagi.

Aku pun sukses antre dan kembali menghadap si teller. Sebenarnya aku nyari teller yang laen. Eh pas kebeneran aku maju, si teller tadi yang kosong. Aku pun maju dengan pura-pura cuek. Si teller pun kembali ngecek slip-nya. Trus, dengan senyum terkulum si teller, ngomong gini, "Mbak, kalo segini ga bisa transfer via counter. Paling transfernya via ATM"
Alamaaaak... gubrak...
Aku sempet bengong... tapi sudahlah aku balik lagi ke kantor. Trus aku nyari2 orang yang punya ATM BCA ( aku ga punya rekening di BCA) Untungnya ada temen kantorku yang punya dan dia mau ngebantu. Duuh... leganya.
Pokoknya aku seneng bisa dapet si Q, plus ttd penulisnya...
pokoknya thx deh buat P'Bayu yang udah mau transferin via ATM-nya. Thx juga buat Mbak Nads (hehehe... )
(ssst... thx juga buat tukang parkirnya ga nagih aku dua kali, kasian kali liat aku yang udah hampir semaput)


ddd
dThumbnaild
ddd
Acaranya udah lama sih, tapi aku baru dapet fotonya dari Mbak Helga-Gramedia, Thx ya Mbak Helga...
Acaranya cukup fun dan bermanfaat banget lho buat para guru TK, waktu itu aku ngasih materi tentang cara mendongeng yang mengasyikkan, padahal jam terbang mendongengku belom banyak tapi aku coba buat yang terbaik deh
Sebenarnya foto-fotonya masih banyak. Tapi, kebanyakan, aku munggungin kamera, jadinya sayang kalo dipasang. Aku pilihin deh foto-foto yang masih keliatan mukanya dikit ^_^

ReviewReviewReviewReviewReviewAfterJul 23, '07 10:20 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Teens
Author:Francis Chalifour
"Aku tidak pernah memikirkan kematian sebelum ibuku meninggal. Kusangka kematian terjadi pada orang lain. Aku benar-benar mengira, bahkan kalaupun kedengarannya bodoh, bahwa aku tidak bisa mati."
"Itu tidak bodoh, Jul."
"Kukira aku tidak akan pernah mati. Fakta bahwa ibuku meningal memaksaku untuk menerima bahwa aku juga akan mati."
(hal. 108)

Apa yang terjadi setelah kematian orang yang kita cintai? Cukup sulit melupakan rasa sakit ditinggalkan oleh orang yang kita sayang. Setelah kematian ayahnya karena gantung diri, Francis terluka. Sebagai anak yang ayahnya bunuh diri cukup membuat Francis merasa sulit. Belum lagi dia harus menghadapi adiknya yang tidak cukup mengerti tentang kematian.

Francis menemukan janji reuni sesama pemain kartu. Dia pun yakin dia akan menemukan ayahnya di tempat itu bila dia datang pada acara reuni. Francis menemukan kenyataan yang bisa mengubah cara pandangnya tentan kematian.


ReviewReviewReviewReviewReviewCan U Keep A SectretJul 19, '07 4:25 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Romance
Author:Sophie Kinsella
Jangan pernah ceritakan apa pun rahasia kita pada siapa pun! Apalagi orang yang nggak kita kenal. Akibatnya bisa fatal banget....

Gimana rasanya kalo kita udah bocorin rahasia pribadi kita pada orang ga dikenal, trus org itu muncul sebagai bos kita? Whuaaaa.... kebayang.... ngabur deh...

Emma punya rahasia-rahasia kecil yang sahabatnya pun ga tau. Ketika di pesawat, dia duduk sebelahan ma cowok yg ga dia kenal. Ketika pesawat mengalami turbulensi, Emma panik banget. Dan bocorlah dia...

Lalu si cowok itu muncul di hadapan Emma sebagai pemilik perusahaan tempat dia tinggal. Si cowok sangat tertarik dengan Emma. Dia berusaha mendapatkan semua informasi kecil dari Emma. Tapi sebenarnya, apa ya yang diinginkan si bos sampai dia tertarik kepada Emma?

Pokoknya buku ini lucu banget, sambil baca buku aku dengerin Can U Keep Secretnya Utada Hikaru
shikazu kitayo

kimino lisoboni

otono sikongaranai

can you keep a secret??

(hi it of like this)

(hi it of like this oh baby)

kogo kana suto

okute nua nggono (ke basa jawa ;p)

kimi wa matakai do kute kitenai c'moooonnn (meureun..)

shita eyo woya meyo wokono ma makaku sowo

nige kireraku naru mate

shinji yo wotameta yo watau tagae sowo da wonooooooohhhhh ^o^

shikazu kitayo

kimino lisoboni

otono sikongaranai

can you keep a secret??

karashi kunaiyo

kimiga iru kara

can you keep a secret?? (Ooooooohhhhh backing vocal he..he..)

can you keep a secret??

shikazu kenaiyo

kimino lisoboni

sukonyi wakawaranai

can you keep a secret??

karashi kunaito

kimiwo yo mutada

can you keep a secret??

are we kono waba seeeeeeeeeeeecret?? (belepotaaaaaaaaaaaannnnnn)

Ooooooohhhhh

(hi it of like this)

(hi it of like this oh baby)

(hi it of like this)

(hi it of like this oh baby)

sovani temo tomo washirayoge saga shiteru

me i kyuui sase takuni nara

want you c'mooooooooooooonnnnn yyeeeaaaah

kasu kanga moro oto (tadi jiga basa jawa ayeuna jiga basa sunda)

ote kuru moving shadow

furi kira naku naru kage

sukoshino bogento kitsutsuku yukimo

aru dezoooooooohhhhh ^o^ (di jepang vo jadi bo)

shikazu kitayo

kimino lisoboni

otono sikongaranai

can you keep a secret??

karashi kunaiyo

kimiga iru kara

can you keep a secret??

can you keep a secret??

shikazu kenaiyo

kimino lisoboni

akuni womo waranai

can you keep a secret??

shabuni janaito so meishi teyo

can you keep a secret??

are we kono waba seeeeeeeeeeeecret?? oooohhh

hey can you take a time out to tell me something

let see can you keep a secret?? coz this time of us wanna tell me why c' mon

imamade suito imitsu nishi teta da wani mo i wanaite

can you keep a secret??

karashi kunaiyo

kimiga iru kara

can you keep a secret??

can you keep a secret??

kitsutsu kenaito

yakuso enshitemo

dawani mo wakaranai

can you keep a secret??

karashi kunaiyo

kimiga iru kara

can you keep a secret??

kono waba seeeeeeeeeeeecret?? wooo woooo ^o^

naa.naa....naa....naa.......naaaa......

naa.naa....naa....naa.......naaaa......

can you keep a secret??

naa.naa....naa....naa.......naaaa......

naa.naa....naa....naa.......naaaa......

can you keep a secret??

naa.naa....naa....naa.......naaaa......

naa.naa....naa....naa.......naaaa......

can you keep a secret??

can you keep a secret??oooooohhhhh ^o^


Blog EntryPagi ini...Jul 15, '07 10:59 PM
for everyone
Pagi ini aku dibangunkan oleh kabar yang menyedihkan. Ibu sahabatku meninggal dunia. Aku terenyak, begitu cepatkah Allah memanggil ibu sahabatku. Padahal, masih jelas terekam dalam ingatanku, aku dan beberapa temanku merayakan kelulusan di rumahnya. Sang ibu menyambut kami dengan senyum kebahagiaan dan kebanggaan.  Ibu yang masih tampak segar itu menyuguhkan berbagai macam makanan dan minuman kepada kami. Sang ibu juga menyilakan kami semua makan. Hmmm... bila ingat hal itu, rasanya tidak percaya dengan berita yang baru kuterima.

Aku dan sahabatku yang lain pun rencanya akan melayat ke rumahnya sore ini. Mudah-mudahan, sahabatku selalu diberikan kesabaran oleh Allah Swt.

Tiba di kantor, aku pun mendapat kabar yang kurang membahagiakan.Sahabatku yang belum pernah kutemui secara langsung,  ayahnya sedang sakit keras. Sedangkan kesehatannya sendiri pun belum stabil. Aku turut sedih, walaupun kami hanya ngobrol di YM, tp aku merasa sudah dekat dengannya. Aku turut sedih dengan kabar yang dia terima. Aku turut mendoakan supaya sahabatku diberi kesabaran dan kekuatan dalam menghadaipi cobaan ini. Aku juga ingin sahabatku kuat dalam menghadapi semua yang terjadi.

Untuk sahabat-sahabatku, semoga kalian selalu kuat dalam menghadapi cobaan dari Allah. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian semua.



Blog EntryMorning Has Broken -Cat StevenJul 12, '07 12:26 AM
for everyone
Morning has broken, like the first morning

Blackbird has spoken, like the first bird
Praise for the singing, praise for the morning
Praise for them springing fresh from the world

Sweet the rain’s new fall, sunlit from heaven
Like the first dewfall, on the first grass
Praise for the sweetness of the wet garden
Sprung in completeness where his feet pass

Mine is the sunlight, mine is the morning
Born of the one light, eden saw play
Praise with elation, praise every morning
God’s recreation of the new day

Hehehehe... lagu ini bikin sejuk, lho...


Blog EntryPengalaman Ikut Pameran BukuJul 8, '07 11:36 PM
for everyone

 

Saat ini banyak pameran-pameran buku diadakan. Menurut pengamatanku, hampir setiap bulan ada acara pameran (bisa buku, kriya, makanan, budaya, deelel) di Bandung. Pastinya, dengan menjamurnya acara pameran berarti Bandung cukup potensial untuk mengadakan acara pameran.

Setelah beberapa kali ikut pameran buku, aku jadi dapet banyak pengalaman menarik seputar penyelenggara pameran atau istilah kerennya EO (Event Organizer). Ada EO yang enak bekerja sama dengan peserta stand ada juga yang nggak enak.

Ada beberapa catatan tentang EO-EO penyelenggara pameran, setelah beberapa kali ikut, suamiku (dia yang hobi ikut pameran ) bisa memprediksi mana pameran yang kayaknya sukses mana yang nggak. Hal pertama yang harus diputuskan ketika ikut pameran yaitu lihat dulu penyelenggaranya kalau penyelenggaranya profesional pastinya mereka akan memprediksikan berapa banyak pengunjung yang akan hadir dan seberapa potensialkah pengunjung itu menjadi pembeli.

Kita pernah ikut pameran buku di Malang, di sana pengunjung tidak terlalu ramai tapi mereka sangat potensial membeli. Kita juga pernah ikut pameran di Sabuga, acaranya Diknas (nama EO-nya Green) mereka profesional dalam menyelenggarakan acara sehingga acaranya sukses (menurut ukuranku) soalnya pengunjungnya banyak dan potensial.

Yang agak mengecewakan ketika kita ikut pameran buku di Mall Paris Van Java (namanya EO-nya??? ada deh). Ada beberapa catatan kekecewaan saya dan suami sebagai peserta stan, pertama pengunjung yang datang itu secara umum bukanlah pengunjung pameran melainkan pengunjung mall. Sebenarnya mereka cukup potesial membeli akan tetapi susah dibedakan apakah mereka sengaja berkunjung ke pameran atau hanya sekadar kebetulan jalan-jalan di mall dan ada pameran.

Catatan kedua, pihak panitia bertindak semena-mena mengacak-ngacak stan yang dianggap melebihi batas karpet. Padahal, dalam perjanjian awal tidak ada perjanjian bahwa barang2 tidak boleh melebihi karpet dan menurut saya sangat tidak sopan panitia dengan nota bene bantuan satpam mengacak- ngacak barang di stan. (kejadian yang bikin bete banget, saat stand lagi dikelilingi pembeli datanglah satpam yang bilangnya mo beresin stand kita, sehingga para pembeli kabur, trus barang2 digeser dengan nggak rapi banget, pokoknya nggak sopan banget, deh)

Dan catatan buruk yang ketiga yang menurut saya sangat fatal yaitu terjadinya kehilangan buku-buku di stan. Banyak stan yang mengeluh kehilangan buku-buku dagangan. Begitu pula dengan stan kami. Suamiku udah mengajukan hal tersebut kepada panitia namun ternyata nggak ada tanggapan yang memuaskan. Jawabanya hanya  "kehilangan sudah dilaporkan"  tanpa ada penjelasan apa-apa. Sungguh hal ini sangat mengecewakan. Tanggung jawab panitia sama sekali tidak ada.

Buat EO-EO yang bermaksud mengadakan pameran buku atau apa saja diharapkan lebih bisa membuat peserta stan pameran merasa nyaman ikut pameran. Jangan sampai kita merasa akan digusur kamtib. Karena peserta pameran itu bayar stand nggak murah, lho. Yang kedua masalah keamanan juga harus diperhatikan, dengan banyaknya barang yang hilang, peserta pameran boro-boro untung yang ada malah rugi deh.

 


Blog EntryNulis BarengJul 5, '07 10:39 PM
for everyone

Diajak nulis bareng?! wah, mau banget... apalagi orang yang ngajak nulis bareng itu udah punya pengalaman nulis banyak. Ide dasarnya dari bliau, dan kita coba bikin konsepnya bareng2.

Seneng deh, soalnya bliau, orangnya cerdas dan banyak ide... aku bener2 takjub sama2 ide2nya...

Rencananya kita mu nulis novel anak, ceritanya petualangan gitu...

Prosesnya baru awal banget, baru konsep, tapi mudah2an dengan nulis bareng ini bisa nambah ilmu dan pengetahuanku. Mudah2an juga nanti hasilnya keren dan disukai pembaca... Amin

Siapa yang  mau ngajakin nulis bareng lagi? Yuuuu....


Blog EntryAwal HariJul 4, '07 9:54 PM
for everyone

Menyambut hari dengan mendengar murattal dari Syeik Al Mathrud asyik juga...

Pagi-pagi, duduk depan komputer langsung deh klik winamp, dengarin sang Syeikh bacaain surat-surat dalam Al Qur'an, duuhh... sejuknya hati ini...

Mungkin dengan mengawali hari dengan sesuatu yang menyejukkan hati bisa bikin kita seharian tenang ga grak grusuk kalau memutuskan sesuatu yang mendadak, bisa tenang kalau mendapatkan masalah hehehehe...

Ini salah satu usaha lho, biar aku ga terlalu riweuh kalo ngadepin masalah... kayak terapi gitu hihihi...

Al Qur'an kan sebagai syifaa'un  atau obat buat penyakit, penyakit kan macem ga hanya penyakit di tubuh tapi pengakit di hati atau pikiran, mudah-mudahan dengerin bacaan Qur'an juga bisa jadi obat buat kita semua...


ReviewReviewReviewReviewReviewAku Cinta AL Qur'an 3Jul 4, '07 5:22 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Rani & TIm Syaamil Kid (penyusun)
Tetep aku kasih bintang lima
Ini buku ketiganya, pokoknya keren banget...
proses membuatnya panjaaaang banget dan cukup bikin urat tegang, ada aja yang salah hehehehe..


ReviewReviewReviewReviewReviewAku Cinta Al Qur'an 2Jul 4, '07 5:13 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Rani & Tim Syaamil Kid (penyusun)
Ini buku ke 2-nya, tetep aku kasih bintang lima, hehehehe...
ilustrasinya bagus, lho...
(Sttt... promosi)


ReviewReviewReviewReviewReviewAku Cinta Al Qur'an 1Jul 4, '07 5:06 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Rani & Tim Syaamil Kid (penyusun)
Aku kasih bintang lima deh, sebagai penghargaan buat teman-teman yang udah kerja keras hingga terwujudnya buku ini.
Buku ini komplit lho, ada Juz' Amma plus terjemahannya, ada tajwijnya, ada asbabun nujul, ada simpulan dari tiap surat, yang lebih keren, ilustrasi cihuiii banget.


ReviewReviewReviewReviewReviewPerfumeJul 4, '07 4:45 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Horror
Author:Patrick Suskin
Dari waktu ke waktu ia meraih ke dalam kantung dan menggenggam flacon kecil parfumnya. Botol itu nyaris penuh.Hanya dipakai setetes saat "pertunjukkan" di Grasse. Satu flacon ini cukup untuk memperbudak seluruh dunia. Kalau mau, ia bisa diarak lagi di Paris. Tidak oleh sepuluh ribu, tapi ratusan ribu manusia. Atau ia bisa langsung ke Versailes dan menyuruh sang Raja mencium kakinya. Atau mrenulis surat wangi untuk Paus dan mendeklarasikan diri sebagai sang Juru Selamat.... (hal. 418)

Jean-Baptise Grenouille lahir di tempat paling busuk di Paris. Bayi kecil yang lahir tanpa bau ini tumbuh di panti asuhan. Menyadari anugerah yang dia miliki berupa penciuman yang tajam. Hidungnya bisa mencium semua bau-bauan yang ada di seluruh dunia. Dia bisa melihat dengan hidungnya.

Pertama kali menemukan bau yang sangat menggodanya, yaitu bau seorang gadis yang masih perawan. Sejak saat itu dia sangat ingin bisa menahan bau yang bisa dia cium.

Minta diajari menyimpan bebauan pada seorang ahli parfume, Baldini. Dengan imbalan dia akan menciptakan ribuan parfume yang paling dahsyat di dunia. Sayangnya, Baldini tidak bisa memberikan semua yang dia inginkan. Baldini menyarankan kepadanya untuk pergi ke Grasse, kota yang terkenal sebagai kota pembuat parfume. Di sana, dia menemukan teknik-teknik lain untuk membuat parfume. Dia membuat berbagai percobaan 'bebauan" dengan bahan percobaan gadis-gadis yang masih perawan. Itulah yang dia butuhkan, saripati wangi yang keluar dari tubuh seorang gadis perawan. Dia pun mulai mengincar gadis-gadis yang cantik dan masih perawan. Dia mengambil semua bau yang ada di dalam tubuh para gadis tersebut. Gadis yang dia incar untuk penyempurna karyanya adalah Laura, gadis paling cantik yang ada di kota Grasse. Ayah Laura berusaha menyelamatkan anak gadisnya masih perawan dengan membawanya keluar dari kota Grasse. Tapi, Grenouile dengan penciumannya yang tajam dapat mengejar laura dan membunuhnya, menyempurnakan karyanya.

Parfume yang dia buat sangat dahsyat. Ketika dia akan dihukum, dia memercikan setetes parfume dan efeknya sangat luar biasa. Seluruh kota mencintainya. Semua orang mabuk sehingga mereka tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan.

Di tengah keberhasilan itu, Grenouile sadar bahwa walaupun dia berhasil menciptakan sesuatu yang sangat berharga namun semuanya tidak penting karena dia sama sekali tidak dapat dicintai atau mencintai.

Patrick Suskin pintar membuat gambaran tentang kota Paris pada tahun 1700-an.
Sewaktu nonton filmnya pun nggak kecewa, soalnya filmnya dapat memvisualisasikan apa yang ada di dalam buku. Saat-saat kelahiran Grenouille di tempat yang paling busuk pun divisualisasikan dengan bagus. Akting Dustin Hopman sebagai Baldini pun oke.
Pokoknya puas deh baca dan nonton filmnya...


ReviewReviewReviewReviewThe Best Stories of Qur'anJul 2, '07 3:33 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Rani Yuliantu (penyusun/penulis ulang)
Aku kasih bintang empat, soalnya ini bukuku, hehehe... narcis...
Beneran lho, aku bangga bisa menuliskan ulang cerita di dalam Al Qur'an soalnya butuh kerja keras banget, bolak balikin Qur'an terjemahan. Waktu proses menulis ulang cerita dalam Qur'an ini aku sempet pengen hapidz Qur'an tapi itu cuma khayalan... soalnya susah banget ngehapalin Al Qur'an.
Btw... lebih seneng lagi waktu liat buku ini nangkring di toko buku dan katanya cukup laku keras... soalnya ini buku pertama yang menyusun cerita dalam Al Qur'an plus gambar yang menarik.
Walaupun buku ini masih banyak kekurangan dari segi teks dan gambar (soalnya denger-denger banyak kritikan juga) aku tetep bangga.
Tapi, ada yang bikin sedih juga, lho, yaitu penghargaan terhadap aku sebagai orang yang nulis. Soalnya penghargaannya kecil banget, maklumlah proyek nulis The Best Story Qur'an ini via agent dan sebagai penulis ulang yang masih bloon, aku iya iya aja dihargain kecil, gitu...
Pas temen2ku tahu kalau aku dihargain kecil buat nulis ulang cerita itu, mereka semua pada kaget dan syok, "Rani, kok mau-maunya, sih!"
Hehehe... aku hanya senyum-senyum ga jelas, abisnya aku emang kadang suka naif, sih.
Btw... semuanya aku jadiin pelajaran kok, mungkin penghargaan itu ga selalu bernilai uang kalie... ya... mungkin ada banyak nilai lebih yang aku dapat walaupun aku nggak tahu... I hope...
Sekarang aku lagi proses nulis cerita Al Qur'an lagi tapi dengan gaya dan versu penceritaan yang berbeda, pokoknya lebih humanis dan mudah dimengerti anak-anak deh, aku jamin (promosi, bo!) buat penerbit yang lain sih, mudah-mudahan kali ini penghargaannya seimbang dengan semua hasil kerja keras itu ya...
Tapi, aku ngucapin makasih kok sama semua pihak yang udah ngasih kesempatan aku buat nulis cerita Al Qur'an, soalnya dari cerita-cerita Al Qur'an aku banyak belajar lagi, pokoknya jadi banyak inget mati deh hehehe...


Photo AlbumBuku Boardbook (4 photos)Apr 2, '07 4:11 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Wah... Syaamil Kid udah nerbitin buku tebal yang bagus banget. Senangnya ikut berpastisipasi dalam pembuatan buku ini, walaupun jadi tim wara wiri hehehe :)

Blog EntryMencintai BukuApr 2, '07 4:02 AM
for everyone

Banyak cara menuju Roma, apalagi yang pernah pergi ke sana, hehehehe

Banyak cara juga untuk mencintai buku, apalagi buat orang yang sudah lama mengenal buku dan sudah lama menjadi penggemar buku.

Dulu sewaktu masih kecil, caraku mencintai buku yaitu mengoleksi buku-buku bacaan yang aku sukai. Tumpukan buku dan majalah sampai-sampai berdebu karena sangat sayang aku sortir, hehehe itu sih bukan sayang tapi jorok

Nah, setelah aku mulai rajin mengoleksi buku dengan baik dan benar, aku mulai menyimpan buku-buku pavoritku dalam rak buku. Aku senang sekali melihat bukuku rapi berjejer. Nggak lupa juga aku kasih sampul plastik biar buku awet. Lalu, caraku mencinta bukupun berkembnag. Ternyata aku tidak bisa pisah dari buku begitu saja. Makanya aku mencari pekerjaan yang kondisinya berhubungan dengan buku. Minimal setiap hari aku dikelilingi oleh buku. Mmm… rasanya nyaman bila dikelilingi oleh benda-benda yang kita sayangi.

Tentu saja pekerjaan itu memungkinkan aku untuk selalu membaca buku. Aku pun berpikir. Ada beberapa alternative, bekerja di perpustakaan, bekerja di penerbitan buku, atau bekerja di surat kabar. Pilihanku jatuh bekerja di penerbitan.

Setelah bekerja di peenrbitan aku semakin tahu lebih banyak seluk beluk buku. Mulai drai orang kirim naskah, lalu naskah itu diproses untuk menjadi buku, setelah jadi dicetak dan diperbanyak.

Lalu ada proses agar bisa sampai ke konsumen. Aku jadi semakin percaya proses bisa menghasilkan sebuah hal yang berkualitas. Proses pembuatan buku yang panjang dan ribet rasanya harus lebih dihargai oleh para konsumen buku. Bahwa untuk bisa menjadi sebuah buku, banyak hal yang harus dilalui. Dan untuk menghasilkan sebuah buku membutuhkan biaya yang cukup lumayan.

Dulu sewaktu masih belum bisa mencari uang sendiri tapi sangat ingin beli sebuah buku, aku jarang mengatakan bahwa  buku itu mahal. Paling yang kukatakan. “Wah, belum ada uangnya, nanti deh kalo udah ada uangnya,” Rasanya tidak ada kata mahal untuk buku, karena aku tahu banyak manfaat yang bisa kudapat bila aku bisa membeli buku yang sesuai dengan kebutuhanku.

Lalu, sekarang aku mencintai buku dengan cara lain. Berjualan buku. Yah, aku tidak ingin menjadi seseorang produsen yang tidak tahu kondisi pasar. Akhirnya aku mencoba mengikuti bazaar-bazaar dan berjualan buku-buku terbitan perusahaanku. Ternyata banyak hal unik yang aku temui. Mulai dari senyuman ramah dari konsumen yang senang ada buku yang memenuhi kebutuhannya sampai cibiran dari orang yang menganggap buku yang aku jual terlalu mahal. Malah ada yang menawar harga buku dibawah standar. Aduh… aku jadi bingung nih jualannya. Kupikir, harga buku murah yang mereka maksudkan mungkin karena adanya pembajakan buku.

Buku yang dibajak isinya sama dengan buku asli. Namun harga buku jauh lebih murah karena si pembajak tidak mengeluarkan biaya apapun untuk memroduksi buku tersebut. Si pembajak hanya mengeluarkan uang untuk memperbanyak buku yang dia bajak. Tentu saja harganya jauh lebih murah. Hati ini merasa miris juga dengan ucapan-ucapan yang kurang enak tentang mahalnya buku. Wah… apa memang buku yang dijual harganya terlalu mahal ya? Padahal, rasanya aku sudah memberi potongan harga. Tapi tetap saja banyak pembeli yang mengeluh harga buku yang mahal. Rasnya iri bila melihat keadaan negara lain yang sangat mencintai buku. Seluruh lapisan masyarakat dapat membeli buku tanpa ada keluhan mahal. Malah masyarakat bisa membaca buku gratis di perpustakaan-perpustakaan yang sangat lengkap.

Rasanya hal seperti itu belum mewabah di negeri kita ini. Orang lebih memikirkan memberi makan perut daripada memberi makan otak. Buku bukanlah hal yang utama. Masyarakat umum masih mendahulukan kebutuhan sandang dan pangan sebagai  kebutuhan primernya. Walaupun ada perpustakaan tetapi masih jarang orang yang mau mengunjungi perpustakaan. Hati ini agak miris ketika ada seorang anak kecil yang ingin membeli buku, eh si ibu malah bilang “kamu nakal, kalo mau beli buku. Nggak akan ibu ajak lagi, lho,” ancam si ibu. Aduh… anak ingin  beli buku kok dibilang nakal. Ada juga seorang ibu yang memaksa si anak untuk membeli buku tapi si anak menggeleng tidak mau karena si anak lebih tertarik membeli balon atau makanan.

Whuaaa… ternyata seru juga berjualan. Pengennya sih semua orang bisa menyukai buku. Anak-anak, orang dewasa, orang tua juga. Pengennya sih harga buku tidak mahal, jadinya seluruh masyarakat bisa membeli buku dengan hati ringan dan tanpa gerutuan. Pengennya sih jualan buku itu kayak jualan kacang goreng, cepet habis. Hehehe….

 


Photo Albumbuku tubukh manusia (1 photo)Mar 29, '07 8:29 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
buku ini asyik juga... mengenalkan tentang tubuh manusia dan fungsi-fungsinya sistemnya kepada anak-anak.

Photo AlbumBuku yang lainnya (1 photo)Mar 29, '07 8:17 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Buku ini merupakan salah satu buku pavoritku, soalnya ilustrasinya bagus banget. Ilustrasinya juara satu lho di Adikarya IKAPI.

Photo AlbumBuku Baruku (6 photos)Mar 29, '07 8:07 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Alhamdulillah... buku baruku sudah terbit. Ada empat judul lho. Semuanya termasuk dalam seri Ini Ceritaku. Bentuk ceritanya fabel untuk anak-anak. Ilustrasinya bagus banget lho. Btw keempat buku ini diterbitkan oleh penerbit Syaamil. Oiya, ada pesan dari Mbak Nenonya juga. Asyik...

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.