    | CJ 7 | Jun 22, '08 11:48 PM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Film-film bertema hubungan ayah dan anak sudah ada yang pernah kutonton. Rata-rata, film tema seperti itu menyentuh persaanku. Terharu, hiksss... Saat akan menonton CJ 7, saya juga menyiapkan emosi agar nggak berurai air mata. Saat baca sinopsisnya udah kebayang, kayaknya filmnya bakalan sedih deh. Walaopun pemeran utamanya Steven Chow- aktor yang selama ini kukenal sebagai aktor film-film komedi, kayak Kungfu Hustle-- tetep aja yang kebayang bakalan sedih. Habisnya lihat wajah kucel Steven Chow di kover DVD-nya. Tapi, ternyata film ini nggak sesedih yang kubayangkan. Film ini banyak dibumbui adegan-adegan lucu dan kejadian-kejadian konyol yang menimpa anak laki-lakinya Steven Chow-- Dicky--. Naskah film yang ditulis oleh Steven Chow sendiri ini banyak mengajarkan hubungan antara ayah dan anak. Steven Chow berperan sebagai seorang buruh bangunan bernama Ti. Di sekolah, Dicky selalu diejek karena miskin. Anak laki-lakinya ingin dibelikan mainan bernama CJ 1. Mainan robot itu merupakan mainan mahal yang hanya dimiliki oleh anak terkaya di sekolahnya. Dicky ngotot ingin dibelikan hingga membuat Ti marah karena Dicky tidak bisa mengerti keadaan ayahnya. Namun, diam-diam Ti mencarikan mainan buat Dicky di atas tumpukan sampah. Di sana, Ti biasanya menemukan sepatu untuk Dicky. Ti menemukan sebuah bola hijau. Ternyata bola hijau itu alien. Dicky menamainya CJ 7. CJ 7 sangat lucu. Dicky membayangkan dia akan mendapatkan segala keinginannnya karena kehebatan CJ 7. Namun, ternyata impiannya hancur. Dia tidak menjadi anak yang hebat di sekolah dengan keberadaan CJ 7. Yang terjadi, dia malah ditertawakan oleh teman-temannya. Dicky pun memalsukan hasil ujiannya yang bernilai 0 menjadi 100. Ti kecewa, dia pun memarahi Dicky. Mereka berdua bertengkar. Dicky sampai mengekuarkan sumpah kalau dia endapat nilai lebih dari 60 dia ingin ayahnya tidak mengganggu dirinya untuk selama-lamanya. Ternyata sumpahnya terkabul. Dicky mendapat nilai 63. Dia senang, sayangnya kebahagiannya harus terbayar oleh kematian ayahnya. Ti mendapat kecelakaan di tempat kerjanya. Eits ... jangan sedih dulu, walopun pas adegan ini dada udah sesek nahan air mata. Film ini berakhir hepi en kok seperti yang diinginkan oleh para penonton pada umumnya. Kok bisa ya hepi en. Hehehe ... tonton aja deh, pokoknya film ini campur-aduk. Antara lucu, sedih, terharu, dan bernapas lega. 
| |
|