 | Category: | Books | | Genre: | Teens | | Author: | Ary Nilandari, dkk. |
Gadis Jendela, sebuah kisah tentang seorang anak perempuan yang memiliki dunia di balik jendela. Dunia itu telah menyembunyikan lukanya sekian lama. Luka ketika dia harus kehilangan Bundanya terkasih. Gadis Jendela terkurung dalam dunia jendela dalam sekian waktu yang panjang (3 tahun) tanpa ada seorang pun yang dapat membangunkannya. Hingga Gadis Jendela tak mampu bicara. Dunia Gadis Jendela tergoncang ketika mendengar suara saxosfon yang ditiup oleh seorang pemuda. Musik indah itu telah membangunkannya dari dunianya sendiri. Apalgi pemuda peniup saksofon itu memberikan perhatian kepadanya. Namun, Gadis Jendela merasa dirinya tak mampu bicara. Dan itu adalah kekurangan dirinya. Gadis Jendela tak mau menemui pemuda itu. Pemuda Saksofon (itu panggilanku hehehe) tidak putus asa. Dia pun terus terus berusaha mengenal Gadis Jendela lebih dekat. Ketika akhirnya Gadis Jendela bertemu dengan Pemuda Saksofon, gadis Jendela terkejut melihat sebelah kaki Pemuda Saksofon tiada. Kalimat pemuda Saksofon yang menyentuh Gadis Jendela dan pembaca, ' Hei tak ada manusia sempurna di dunia ini. Kita tinggal memilih, terus menangisi kekurangan atau mengasah kelebihan. Aku memilih yang terakhir.' Sebuah cerita remaja yang menurutku menakjubkan. Tak heran, cerpen ini menjadi Juara Pertama Katagori Umum/Mahasiswa/Guru LMCR-2007. Di dalam kumcer ini juga terdapat cerita dari Juara Kedua, Juara Ketiga serta Juara Harapan dari semua katagori. Cerpen-cerpen terpilih yang menggunakan bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar. Sama sekali tidak ada kata-kata grunge atau slengean. Tujuan dari lomba ini (menurut Ketua Dewan Duri yang ditulis pada halaman pengantar) untuk menyebarluaskan kreativitas, menyemai benih penulis sastra. Dan yang paling disorot oleh juri dalam naskah-naskah yang menang dan menurut juri masih merupakan kekurangan adalah akurasi dalam penulisan kata-kata baku, penulisan tanda baca. Namun, ketika saya membaca kumcer tersebut saya banyak menemukan kesalahan tanda baca dan penulisan kata (kayaknya belum diedit) Nah, gimana tuh pertanggungjawabannya? hehehehe   | He he he, bener Ran. Tampaknya juri dan panita pengadaan buku nggak sejalan. Untungnya buku itu nggak dijual di pasaran, cuma buat dokumentasi. Thanks buat review-nya. Hadiah kedua nih buatku.:) |
 | yup... sama2 Mbak, cerpennya bagus sih, jadinya gatel pengen bikin riview... |
 | kalo mau baca, boleh pinjem kok? Mbak Nunik di mana? |
 | Buku ini bisa didapatkan di mana ya? Duh, pengen baca dunk ... |
| |
|