     | Herb | Sep 30, '07 11:56 PM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Romance |
Tidak semua putri bahagia. Keluarga merupakan hal yang paling penting. Dongeng putri kelihatan bahagia. Tapi, kebahagian para putri itu bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena mereka meraih kebahagiaan tanpa usaha mereka snediri. Orang bisa memperoleh kesuksesan hidup ketika mereka memperluas pandangannya.
Kata-kata yang menyentuh dari seorang gadis yang menderita keterbelakangan mental. Sang-Eun, gadis cantik berusia 20 tahun. Tinggal bersama ibunya. Sang-Eun, gadis cantik, baik hati, dan ramah. Kekurangannya hanya satu, dia menderita keterbelakangan mental. Walaupun usianya sudah 20 tahun, tapi cara berpikirnya seperti anak usia 7 tahun.
Sang-Eun jatuh cinta kepada Jong-Bom. Bagi Sang-Eun, Jong-Bom adalah pangerannya. Jong-Bom pun suka kepada kecantikan Sang-Eun. Mereka pun berpacaran. Pada awal kencan, Jong-Bon diajak ke sebuah restoran khusus anak-anak. Kemudian, Jong-Bom tahu kalau Sang-Eun merupakan gadis yang terbelakang mentalnya. Jong-Bom pun menjauhi Sang-Eun. Sikap Jong-Bom itu membuat Sang-Eun patah hati. Namun, kemudian Jong-Bum sadar kalau dia mencintai Sang-Eun.
Sementara itu, ibu Sang-Eun ternyata menderita kanker. Pada saat, dia mengetahui hubungan Sang-Eun dan Jong-Bom, ibu Sang-Eun menyuruh Jong-Bom menjauhi Sang-Eun. Alasannya karena, dia tidak mau melihat Sang-Eun menderita karena Sang-Eun berbeda dengan gadis lain. Namun, Jong-Bom tetap menemani Sang-Eun.
Sang-Eun sangat menyukai tumbuhan gingseng atau herb. Dia selalu menyiram tumbuhan gingseng walaupun sudah kering. Sang-Eun percaya, pada saat tumbuhan gingseng wangi, bila dia meminta sesuatu permohonannya akan terkabul. Pada saat ibunya sakit, Sang-Eun ingin mengajak ibunya bertamasya ke kebun gingseng di atas bukit. Sayangnya, sebelum mereka sampai ke bukit, ibu Sang-Eun meninggal.
Setahun kemudian, Sang-Eun sudah menjadi gadis yang memiliki kemampuan. Walaupun, dia seorang gadis yang terbelakang mental namun dia dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan bagi dirinya.
Dialog yang paling menyedihkan ketika Sang-Eun patah hati dijauhi Jong-Bom. Pada adegan ini, Sang-Eun makan banyak. Ibunya heran, melihat Sang-Eun terus makan tanpa berhenti. Ketika ditanya, Sang-Eun menjawab: Aku kelaparan Aku masih lapar bahkan jika aku terus makan Aku ingin mengisi terus Di sini (menunjuk dadanya) dingin seperti kosong (sambil terus makan)
Seorang gadis yang terbelakang mentalnya mampu mengungkapkan perasaan patah hatinya dengan begitu indah. Tentunya, kita juga sering merasa kosong (menunjuk dada) namun, kita belum tentu bisa mengungkapkannya seperti Sang-Eun.
  | ih, sedih.. Rani mah nu sedih wae atuh..:p |
 | kebetulan dapetnya yang sedih... tapi rata2 film korea itu kalo nggak sedih lucuuuuu.... 2-2nya suka kok ^_^ |
 | hiks...sedih bacanya, apalagi kalo nontonnya :( happy ending nggak akhirnya yah.... |
 | endingnya kereeen... yang jelas di akhir cerita si tokoh bisa survive walopun harsu hidup sendirian. |
| |
|